Setelah kematian kakaknya yang merupakan raja pop dunia, Michael Jackson, di pertengahan tahun 2009, Janet Jackson mulai kembali mencuat di media setelah namanya tenggelam akibat album studio terakhirnya yang berjudul "Discipline" gagal dalam segi penjualan. Ia pun mulai tampil dalam berbagai acara "awards" untuk mengenang sang kakak yang sangat fenomenal itu. Hingga pada bulan November 2009, Janet Jackson meriliskan album kompilasi yang dia beri judul "Number Ones" (untuk edisi internasional, diberi judul "The Best"), yang berisi 33 lagu yang sukses di tangga lagu di berbagai negara, mulai dari album "Control" (1986) sampai "Discipline" (2008), ditambah satu lagu baru yang berjudul "Make Me" yang salah satu elemennya "meminjam" dari lagu almarhum kakaknya yang berjudul "Don't Stop Til You Get Enough". "Timing"-nya mungkin cukup pas, yang tidak begitu jauh dengan kematian Michael Jackson yang sangat mem-boom-ing saat itu, sehingga Janet membuatnya sebagai "aji mumpung". Menurut saya, ini adalah titik kesadaran Janet di mana eksistensinya di dunia musik sudah meredup. Bahkan, album "Number Ones" ini sendiri dilabeli oleh A&M Records, perusahaan rekaman yang menaungi Janet di tahun 80-an. Janet memang sudah kehabisan kontrak rekamannya dengan Virgin Records dan mengundurkan diri dari Island Records akibat kegagalan proyek album "Discipline". Ironis memang. Salah satu ikon musik pop/R&B tahun 80-an dan 90-an ini kini hampir kehilangan namanya di belantika musik pop dunia. Bila dirunut sejarahnya, Janet yang pernah berhasil menjual album-albumnya hingga puluhan juta kopi, kini hanya mampu menjual ratusan ribu kopi album ("Discipline") saja.
Tapi, pada album "Number Ones" ini, Janet hanya menampilkan 33 lagu yang menduduki posisi pertama di berbagai tangga lagu saja, alias tidak semua single yang pernah diriliskannya dimasukkan ke dalamnya. Ya, seperti judulnya saja, 33 lagu no.1 dirangkum secara kronologis, mulai dari lagu "What Have You Done For Me Lately" yang menduduki posisi pertama di tangga lagu Billboard R&B Amerika di tahun 1986 hingga lagu "Feedback" yang menduduki posisi pertamanya di tangga lagu Billboard Hot Dance Club/Play Amerika di awal tahun 2008. Di sini lah bayang-bayang kesuksesan Janet terlihat. Sejak album studio pertama "mandiri"-nya yang berjudul "Control" (1986) hingga "Discipline" (2008), Janet merupakan penyanyi pop/R&B yang cukup konsisten. Dalam tiap album, selalu ada lagu yang menjadi "hits", walau frekuensi "hits"-nya mulai menurun drastis sejak album "Damita Jo" (2004) alias setelah insiden yang terjadi di Super Bowl di mana puting payudara Janet "secara tidak sengaja" terbuka oleh Justin Timberlake. Bahkan, pada edisi "The Best" yang dirilis secara internasional, tidak ada satu pun single dari album "Damita Jo" yang dimasukkan ke dalam track-list, alias hanya pada edisi "Number Ones" saja.
Janet Jackson memang sangat sukses saat itu. Dari albumnya saja: "Control" (1986) terjual lebih dari 14 juta kopi, "Janet Jackson's Rhythm Nation 1814" (1989) terjual lebih dari 14 juta kopi pula, "janet." (1993) terjual 20 juta kopi, "The Velvet Rope" (1997) terjual lebih dari 10 juta kopi, dan "All For You" (2001) terjual sekitar 9 juta kopi - yang merupakan album terakhir Janet yang terjual cukup baik. Dan dari single: "Miss You Much" (1989) menduduki posisi pertama tangga lagu Amerika selama 4 minggu sehingga disebut sebagai lagu terlaris tahun 1989, "That's The Way Love Goes" (1993) terjual 5 juta kopi, "Together Again" (1997) terjual 6 juta kopi yang membuatnya menjadi salah satu single terlaris sepanjang masa, dan "All For You" (2001) yang menduduki posisi pertama tangga lagu Amerika selama 7 minggu. Bagaimana dengan album-album terakhir? Sangat ironis: "Damita Jo" (2004) hanya terjual 3 juta kopi, "20 Y.O." hanya terjual 1,2 juta kopi, dan "Discipline" (2008) hanya terjual 900.000 kopi.
Untuk kualitas album kompilasi seperti ini, tentu banyak memuat lagu yang "sukses" dari sang penyanyi. Dan ini merupakan album kompilasi yang monumental, kronologis, dan bisa terasa perubahan gaya bermusiknya dari masa ke masa, dari tahun 1980-an hingga 2000-an. Dengan beberapa lagu yang versinya agak sedikit diubah, album "Number Ones/The Best" ini patut dimiliki oleh penggemar berat Janet Jackson sebagai koleksi pelengkap, atau mungkin oleh penggemar baru Janet untuk mengenalinya lebih dalam selama berkarir di dunia musik. Ini adalah album kompilasi yang sarat dengan unsur "dance pop" dan "R&B", yang bila bercermin dengan musik-musik "dance pop" dan "R&B" saat ini, musik karya Janet Jackson jelas jauh lebih berkualitas.
Rating for "Number Ones/The Best": 5 stars*
)* This is it:
1 stars : So Bad!! (Sangat Buruk!!)
2 stars: Still Bad... (Masih Buruk...)
3 stars: Not Bad... (Lumayan...)
4 stars : Good... (Bagus...)
5 stars: Very Good!! (Sangat Bagus!!)

