Kamis, 25 Agustus 2011

"Beautiful Intentions": Kemarahan yang Indah

Melanie C dipecat dari perusahaan rekaman Virgin Records setelah album studio keduanya yang berjudul "Reason" (2003) gagal dalam segi penjualan. Padahal, album studio pertamanya yang juga dinaungi oleh Virgin Records yang berjudul "Northern Star" (1999) terbilang sukses, sampai terjual kurang lebih 4 juta kopi di seluruh dunia. Sedangkan album "Reason" hanya sampai terjual 800.000 kopi di seluruh dunia.

Sungguh penurunan yang sangat drastis. Melanie C merasa kecewa dengan kejadian ini. Penjualan album tak sepenuhnya merupakan "tindakan utama" dari sang artis. Promotor, media, dan pihak perusahaan rekaman pun sebenarnya ikut andil. Rasanya memang tidak adil bila Melanie C sampai harus dipecat hanya karena penurunan jumlah penjualan album keduanya yang drastis itu. Bagaimanapun, Melanie C pernah berjasa kepada Virgin Records dengan album pertamanya yang terjual jutaan kopi itu.

Sebagai bentuk pemberontakan serta eksistensinya, Melanie C pun memutuskan untuk membuat perusahaan rekaman sendiri secara independen, yang dia beri nama Red Girl Records. Red Girl Records pun dibuat untuk difokuskan pada semua aktifitas Melanie C dalam membuat album. Produk pertamanya adalah album studio ketiga Melanie C yang menjadi judul tulisan ini, "Beautiful Intentions", yang dirilis pada tanggal 11 April 2005.

Bagaimana hasilnya? Sungguh mengejutkan! Album ini boleh dikatakan sebagai album yang bergenre "pop rock", sebuah perubahan yang drastis bila dibandingkan dengan album "Reason" yang terkesan lebih "pop ballad" atau "pop standard". Saya bisa merasakan, dalam album ini, Melanie C benar-benar mengekspresikan kemarahannya terhadap perusahaan rekaman Virgin Records. Ia seolah menunjukkan bahwa ia masih bisa berkarya tanpa Virgin Records, bahkan dengan hasil yang jauh lebih baik.

Ya, album ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa dari Melanie C. Berbagai kemarahannya diracik menjadi nuansa pop rock yang indah dan berlirik kritis. Melanie C mengritisi Virgin Records yang terkesan mau untung sendiri dan hanya bisa memanfaatkan orang lain demi ambisi sendiri sehingga kehilangan identitasnya sendiri, dengan sangat indah dan bermetafor. Pada lagu pembukanya, yang merupakan judul album ini, "Beautiful Intentions", Melanie C sudah menunjukkannya. Berikut petikan liriknya, "When they give you your identity/Tell me will you recognise yourself?/You're so influenced by the things that you hear/Down with the smoke screen to make everything clear/Oh oh oh/You gotta learn to live and take it in your stride."

Bukan hanya pada lagu tersebut, hampir semua lagunya pun membahas hal serupa. Melanie C membuat perumpaan bahwa Virgin Records bagaikan seorang pria yang egois dan diskriminatif terhadap perempuan yang sepatutnya "dipermainkan balik". Album ini seolah memotivasi mereka yang ditindas oleh kaum pria yang egois dan diskriminatif agar terus berkarya dan tetap bertahan, kalau bisa "permainkan balik" kaum pria tersebut. Sungguh kritis!

Lantas bagaimana dengan pencapaian secara penjualan dan kritik musik? Situs All Music Guide yang terkenal dengan kritiknya yang cukup tajam telah menobatkan album ini sebagai salah satu album terbaik di tahun 2005. Bukan hanya itu, penjualan album ini pun lebih baik daripada album "Reason". Sejumlah sumber mengatakan, album "Beautiful Intentions" ini merupakan salah satu album "indie label" yang paling sukses secara penjualan di dunia (terjual lebih dari 1 juta kopi di seluruh dunia). Wow, keep going on, Mel!




Rating for "Beautiful Intentions": 4 stars*

)* This is it:
1 stars : So Bad!! (Sangat Buruk!!)
2 stars: Still Bad... (Masih Buruk...)
3 stars: Not Bad... (Lumayan...)

4 stars : Good... (Bagus...)
5 stars: Very Good!! (Sangat Bagus!!)