Melanie Chisholm, salah satu personil "girl group" yang bernama Spice Girls, kembali lagi ke dunia musik dengan album solo kelimanya, setelah vakum selama kurang lebih 3 tahun, yang diberi judul "The Sea". Tunggu, Chisholm mengalami banyak kegagalan dari album keempatnya, yang rilis di tahun 2007, yang berjudul "This Time". Selain penjualannya jauh lebih merosot dari album ketiganya, "Beautiful Intentions", yang juga dinaungi oleh perusahaan rekamannya sendiri, Red Girl Records, para kritikus musik pun banyak mencela album "This Time". Jadi, mungkin album "The Sea" yang baru saja dirilis ini bisa dianggap "bukan apa-apa" bagi kembalinya Chisholm ke dunia musik. Hey, benarkah?Ternyata tidak. Chisholm yang mengaku bekerja sama dengan banyak produser dan penulis lagu untuk penggarapan album ini telah SANGAT BERHASIL memunculkan bahwa "Mel C is back for more and more"! Album ini, menurut saya, adalah penggabungan antara 2 album Chisholm yang sukses, yaitu "Northern Star" (1999) dan "Beautiful Intentions" (2005). Dengan materi lagu yang sangat mantap, mulai dari penggarapan lirik yang pas dan harmonisasi yang enak didengar, Melanie C mampu membawa album ini pada level yang lebih tinggi untuk karirnya. Ya, jelas saja. Chisholm adalah personil Spice Girls yang paling patut diperhitungkan bakat dan eksistensinya di dunia musik pop dunia.
Lirik-lirik pada album "The Sea" ini berfokus pada tema kebebasan diri, khususnya dari cinta yang membutakan yang sering berakhir pada penderitaan. Pada lagu "The Sea" sendiri, Chisholm menjelaskan dengan metafora laut, bahwa bayangan sang kekasih yang merusak hidupnya dengan cinta yang buta itu tenggelam ke dalam laut. Berikut salah satu petikan liriknya, "Like the sea as it leaves me cold/(Waves crashing down over me)/Your spirit has been overthrown and it’s drowning." Lagu tersebut, menurut saya, cukup pantas bila dijadikan judul album ini. Lagu "The Sea" adalah lagu yang paling berbeda yang pernah digarap oleh Chisholm. Dan buruk kah? Tidak. Cukup baik dan sangat eksperimental!
Begitu pula pada lagu "All About You". Dalam lagu tersebut, Chisholm menceritakan tentang seseorang yang melepaskan diri dari kekasihnya yang, lagi-lagi, merusaknya dengan cinta yang buta dan hampir tak jelas. Petikan liriknya sebagai berikut, "I’m so gone never coming back/Moving on I am over that/And I hate to see you dressed in black/But you never did love anyone but yourself". Cerita-cerita seperti ini banyak terdapat dalam hampir keseluruhan album ini. Tapi, kebebasan diri di sini tidak hanya soal percintaan yang bermasalah saja, melainkan juga kebebasan diri untuk berekspresi dan mencoba hal-hal yang belum pernah dilakukan, seperti pada lagu "Think About It" dan "Rock Me".
Mungkin selain karena lagu "The Sea" merupakan lagu terbaik album ini sehingga dijadikan judul, Chisholm memang sedang ingin merefleksikan kebebasan dengan mengumpamakannya dengan laut (The Sea = Laut). Laut bisa jadi merupakan simbol kebebasan, yang begitu luas, buas, dan tak terikat oleh daratan. Sebagai seseorang yang sedang mempelajari dan menganut paham naturalisme, saya melambangkan lautan di sini sebagai tempat untuk membebaskan diri dan untuk terus mempelajari alam, daripada kepada mereka, khususnya yang saya kenal, yang menjenjang pendidikan tinggi sampai S2 - S3, tapi jauh lebih bodoh, sok tahu, naif, tidak membumi, dan hanya bisa menjebak dengan kata "cinta".
Rating for "The Sea": 4 stars*
)* This is it:
1 stars : So Bad!! (Sangat Buruk!!)
2 stars: Still Bad... (Masih Buruk...)
3 stars: Not Bad... (Lumayan...)
4 stars : Good... (Bagus...)
5 stars: Very Good!! (Sangat Bagus!!)

