Kamis, 17 November 2011

"Biophilia": Bjork Adalah Penganut Naturalisme yang Baik!

Akhirnya, idola saya yang satu ini mengeluarkan album studio terbarunya, yang diberi judul "Biophilia". Ya, Bjork memang merupakan salah satu idola saya yang menginspirasi saya pada banyak hal, termasuk pada paham yang kini saya anut, yaitu paham naturalisme. Maka, lagi-lagi Bjork memasukkan unsur pahamnya yang juga saya anut ini ke dalam album "Biopholia", dengan sentuhan yang sangat artistik, berani, sekaligus modern!

Sebagai informasi, album "Biophilia" ini adalah album studio pertama DI DUNIA yang diriliskan dengan seri-seri aplikasi software dari hasil kerjasama dengan Apple. Wow, lagi-lagi Bjork mengeluarkan terobosan baru di dunia musik. Dengan "kecanggihan" yang diluncurkannya, ternyata Bjork tidak begitu terjebak oleh modernisasi yang "sangat urban". Seperti yang saya katakan, walau album ini "canggih", Bjork tetap memasukkan unsur naturalisme dalam album ini. Ia adalah penganut paham naturalisme yang baik!

Seperti judulnya, Bjork menunjukkan bahwa ada hubungan naluriah antara manusia dan sistem-sistem hidup lainnya di alam semesta. Hal ini sangat jelas dia umpamakan pada lagu "Virus", yang menceritakan seseorang yang mencintai sosok yang dicintainya seperti virus yang kian menempel dengan sel-sel pada tubuh. Dalam liriknya, Bjork menuliskan, "Like a virus needs a body as soft tissue feeds blood, someday I'll find you - one day I'm there." Selain itu, pada lagu "Crystalline", yang merupakan lagu yang paling saya sukai dari album ini, Bjork mengumpamakan hubungan manusia dengan proses kristalisasi dalam mineral dan bebatuan. Bjork menceritakan bahwa hubungan manusia "tumbuh" layaknya proses kristalisasi tersebut: sedikit demi sedikit akan terjalinlah hubungan itu sendiri.

Kemudian, pada unsur musikalitasnya pun, Bjork lagi-lagi melakukan eksperimentasi. Kini, ia banyak memasukkan unsur bunyi gamelan dan kecapi ditambah dengan unsur "choir" yang aneh dan "misterius" yang agak mirip dengan unsur musik pada lagu-lagunya dalam album "Vespertine" (2001). Unsur "drum and bass" yang nge-"beat" pun dimasukkannya secara modern yang hampir menyerupai pada albumnya yang berjudul "Homogenic" (1997). Semua itu membuat album ini menjadi album "pop alternative" yang sangat kuat dan sangat berseni. Bjork is really back!

Bjork mengatakan bahwa proses pembuatan album ini memakan waktu lebih dari 3 tahun. Ia memprosesnya sejak tahun 2008 dan berakhir pada tahun 2011 ini. Untuk menciptakan album ini, Bjork melakukan banyak observasi dan eksperimentasi dengan musiknya, termasuk dengan olah vokalnya. Ya, memang tak perlu terburu-buru untuk menciptakan hasil karya seni yang indah dan penuh totalitas.



Rating for "Biophila": 5 stars*

)* This is it:
1 stars : So Bad!! (Sangat Buruk!!)
2 stars: Still Bad... (Masih Buruk...)
3 stars: Not Bad... (Lumayan...)
4 stars : Good... (Bagus...)
5 stars: Very Good!! (Sangat Bagus!!)